Setelah menyelesaikan pendidikannya di MAN-PK Surakarta, suami dari Hani Fauziah ini memutuskan untuk kuliah di Jurusan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar. Program sarjana ia lalui tanpa hambatan. Tahun 2006, ia memilih untuk melanjutkan studinya ke jenjang Magister di jurusan dan kampus yang sama. 18 Agustus 2014 ia resmi menyandang gelar Master Ilmu Tafsir dengan predikat Cumlaude (Imtiyaz).

Nama Lengkap : Muchammad Wachid Romadlon  
TTL : Purworejo, 10 Agustus 1984  
Status : Menikah  
Istri : Hani Fauziah  
Anak : Ahmad Ziyad al-Hilmi  
Motto : Sebaik-baik amalan adalah yang dilakukan secara kontinu walaupun sedikit  
       
       
Tiba di Mesir : 21 Oktober 2002  
Alamatsdi : PP. Nuurul Waahid, Desa Krandegan, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah  
Indonesia      
Alamat di Mesir : Gedung 32, flat 05, Shaqar Quraisy, Hay-10, Nasr City, Kairo  
Nomor Telepon : 01111485187  
Kekeluargaan : Kelompok Studi Walisongo (KSW)  
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
Universitas : Al-Azhar  
Fakultas : Ushuluddin  
Jurusan : Tafsir  

 

Judul Tesis:


ترجيحات ابن عادل في تفسيره (اللباب في علوم الكتاب) من أول سورة يونس إلى آخر سورة النحل، جمع ودراسة

Masalah-masalah yang Dirajihkan oleh Ibnu Adil dalam Tafsirnya (al-Lubab fi Ulumil Kitab) dari Surat Yunus sampai Surat an-Nahl
 
 
 

 

 

Tanggal Munaqasyah : 18 Agustus 2014
Predikat : Istimewa (cumlaude)
Lama Pendidikan : 8 Tahun
Riwayat Pendidikan : SDN Krandegan 1, Purworejo (1990-1996)
    MTS Al-Islam Jono, Purworejo (1996-1999)
    MAKN-MAN 1 Surakarta (1999-2002)
    S1 Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar (2002-2006)
    S2 (tamhidi) Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar (2006-2008)
   

Tesis Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar (2009-2014)

Rencana kelanjutan   Insya Allah masih akan meneruskan ke jenjang berikutnya
studi/karir   sambil merintis lembaga pendidikan di tanah air.

 

Kesimpulan hasil riset tesis:

  • Berdasarkan penelitian tentang biografi Ibnu Adil, dapat dipastikan bahwa beliau hidup pada abad ke 8 H, bukan abad ke 9 sebagaimana yang tercantum dalam beberapa literatur yang mengulas biografinya.
  • Pembahasan terma tarjih dalam tafsir memerlukan ketelitian dan kecermatan dalam memahami dan mengklasifikasi pendapat-pendapat para ahli tafsir yang luas dan beragam, baik dari kalangan salaf maupun khalaf.
  • Mayoritas perbedaan pendapat dalam tafsir yang terjadi di kalangan ulama salaf adalah perbedaan yang bersifat tanawwu` bukan bersifat tadhad.
  • Dalam menentukan pendapat yang rajih dalam suatu masalah, seorang mufassir harus bersikap obyektif, berpegang pada kaidah-kaidah ilmiah, dan jauh dari pengaruh hawa nafsu dan fanatisme.
  • Keberagaman pendapat dalam tafsir sering kali membuka sudut pandang baru terhadap suatu masalah dalam kajian tafsir.

 

Kesan selama menempuh pendidikan di Mesir:

Menempuh pendidikan di al-Azhar adalah anugerah Allah yang istimewa, yang pasti tidak dapat diwakili dengan kata-kata. Ulama dan dosen al-Azhar selalu identik dengan keilmuan yang matang, dan keikhlasan yang murni bukan basa-basi. Mereka adalah para ulama rabbani yang Allah berikan kemuliaan untuk menjaga keilmuan islam di dunia ini. Saya sangat bersyukur bisa mengenal dan belajar dari para ulama yang mulia, mereka selalu mengajarkan akhlak sebelum ilmu, teladan sebelum nasihat.

Rentang waktu yang cukup lama selama di Mesir mengajarkan banyak nilai tentang kehidupan, melatih untuk bisa bermain cantik menyikapi lambaian cita-cita dan tarikan realita. Di titik inilah saya dituntut memainkan peran dengan baik, mengharmonikan antara kepentingan pribadi dan tuntutan sosial, antara menajemen waktu, peran, dan perasaan. Ternyata semua itu bagian penting yang membangun kedewasaan, dan mematangkan karakter.

Dunia pemikiran di Mesir juga sangat mempengaruhi cara berpikir saya. Buku-buku yang saya telaah, seminar-seminar yang saya ikuti, para cendekiawan yang pernah menjadi partner diskusi telah membuka cakrawala berpikir saya, menginspirasi bahwa seorang muslim harus bangga dengan identitas keislamannya, harus menampilkan islam sebagai agama yang moderat dan rahmatan lil `lamin, menyikapi perbedaan pendapat sebagai sunnatullah yang tidak menimbulkan perpecahan namun justru harus diharmonikan, dan menanamkan optimisme bahwa suatu hari ajaran islam akan merubah wajah dunia dengan perdaban yang agung dan keadilan.


Terkhusus studi S2 di al-Azhar, memang berbeda dari universitas yang lain. Dulu, saya mendengar itu dari para senior yang lebih dulu merasakan pahit manisnya menempuh S2 di Al-Azhar. Tapi sekarang saya benar-benar telah merasakan sendiri perjuangan yang panjang itu. Di sinilah saya menemukan fakta bahwa jiwa pembelajar itu adalah karakter, dia muncul dari latihan dan pembiasaan, selanjutnya akan melekat pada pribadi seseorang dengan kuat.


Ala kulli hal, apapun yang terjadi, Mesir akan selalu indah dengan Al-Azhar dan ulamanya, dengan keilmuan dan pemikirannya, dengan ketegaran dan kesabaran para aktifisnya. Kita selalu berdoa semoga negeri yang kita cintai ini segera keluar dari krisis, manjadi kiblat peradaban islam dan keilmuan kaum muslimin. Insya Allah.

Pesan kepada mahasiswa lain:

Seorang mahasiswa Al-Azhar harus selalu menyadari bahwa mempelajari ilmu-ilmu syar`i adalah tugas yang sangat mulia, setiap usaha dan kerja keras kita disetarakan pahalanya dengan jihad. Kemuliaan ini layak diberikan kepada para pelajar ilmu-ilmu syar`i karena merekalah yang nantinya akan mengemban amanah menjaga agama dan ummat dari pemikiran-pemikiran yang melenceng dan sesat. Maka, semestinya mahasiswa Al-Azhar menyibukkan dirinya dengan kegiatan yang mengarah kepada kematangan ilmu dan pemahaman yang baik terhadap realitas keummatan, karena misi alumni Al-Azhar adalah menyampaikan risalah islam ke masyarakat dengan metode yang tepat dan moderat.

Oleh karena itu, saya ingin menasihatkan kepada diri pribadi dan teman-teman sesama mahasiswa Al-Azhar beberapa hal,

Pertama: mari kita senantiasa mengevaluasi niat belajar di Al-Azhar, karena niat yang lurus akan menjadi energi yang sangat kuat dalam menjaga semangat belajar.

Kedua: Waktu dan kemampuan kita terbatas, sedangkan amanah dan kewajiban kita sangat banyak, maka gunakan waktu-waktu produktif dan masa-masa emas selama di Mesir untuk memperbanyak membaca, menelaah, dan meningkatkan spesialisasi kita.

Ketiga: jangan pernah pelit membantu dan mendoakan saudara kita, karena Allah akan membalasnya dengan memberi taufik dan kemudahan saat kita menghadapi ujian atau kesulitan.

Terakhir, peliharalah selalu kemesraan interaksi kita dengan Allah, jaga hubungan baik dengan manusia, dan nantikan kejutan-kejutan keberkahan yang akan hadir dalam hidup kita. Wallahu al-Musta`an.

Nama Lengkap

PROFIL ALUMNI PASCASARJANA

Laporkan Data Pendidikan

Visit Beautifull Indonesia

Kantor Atase

13, Aisya el-Taymouria St. Garden City

P.O Box 1661
Cairo - Egypt

Telp : +20-2-7947200/7947209
Fax : +20-2-27962495

 

Copyright © 2016 Atase Pendidikan KBRI Cairo. All Rights Reserved.