Muhammad Saifuddin menyelesaikan program S1-nya di Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan studi S2 dan S3-nya di Jurusan Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Cairo. Pada sidang disertasinya, ia dinyatakan lulus dengan predikat Summa Cumlaude (Mumtaz ma'a martabat asy-syaraf al-ula).

 

Lahir di Jepara, 19 Oktober 1971

Menikah tahun 2000 dikarunai 1 orang anak, Magda Salma

Tiba di Mesir : 8 November 2001

Alamat di Indonesia : Bantrung, Batealit, Jepara, Jawa Tengah

Alamat di Mesir : Bld 314, flat 6, Tagammu’ Khamis, Cairo. Telp: 26175962

Kekeluargaan : KSW

Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir wa Ulumul Qur’an, Universitas Al-Azhar Cairo

Judul Disertasi :

كتاب "القران: نظمه و تعاليمه و شهادته للكتب المقدسة", للمستشرق وليام موير. دراسة نقدية

 

Tanggal Munaqasyah : 6 Mei 2014

Dengan predikat : Mumtaz Syarof Ula (Summa Cumlaude)

Lama Pendidikan :7 Tahun

Riwayat Pendidikan:

SD Bantrung I, 1984; MTsM Bawu Jepara, 1987; MA Ponpes AL-Munawwir, 1990, S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir-Hadits, 1997, S2 Universitas Al-Azhar Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir

 

Kesan selama menempuh pendidikan Di Mesir :

Ngelmu, angel olehe ketemu (Ilmu, sulit untuk didapat). Di sinilah, di Al-Azhar saya merasakan hal itu. Ibarat seorang sufi, orang yang menuntut ilmu agar bisa sampai pada tingkatan ma’rifat (baca : ilmu, bukan hanya sekedar ijazah formal) harus meniti maqâmât seperti taubah, wara’ tawakkal, sabar. Juga mengalami ahwâl seperti fana’, sakr, ghaibah (kehilangan semangat, down), baqa’, shahw, tajalli (semangat, percaya diri, aktualisasi diri).

‘Ilm, satu kosa kata (Arab) yang huruf-hurufnya (ain, lam, mim) sama dengan huruf-huruf pada kosa kata ‘amal (ain, mim, lam). Artinya satu dengan yang lain terjadi hubungan dialektis. Hubungan antara teori dan praktik, buku dengan realita, kampus dengan masyarakat. Di sini, di Al-Azhar, saya menemukan fenomena itu. Al-Azhar adalah bagian dari masyarakat Mesir. Kendati di gerbangnya dijaga polisi, namun masyarakat, tradisinya baur di dalamnya. Ada orang awam yang dengan enjoy masuk ke ruang kuliah bertanya suatu masalah pada DR. Farid Washil-mantan mufti. Al-Azhar ada di koran, TV, radio, masjid-masjid. Namun, di kampus lain, di negeri lain barangkali kampus tidak dijaga polisi, namun kampus sama sekali terpisah dengan kondisi riil masyarakat. Di kampus diajari berbagai madzhab, wacana namun masyarakatnya tidak lain hanyalah masyarakat syafi’I, tradisional.

 

Pesan Bagi Mahasiswa Lain :

Di bangku kuliah Al-Azhar kita diajari berbagai madzhab, pemikiran, sosok para nabi, sahabat, ulama’, kaum munafik, ahli kitab, orang-orang kafir, ketulusan, keangkuhan, kerapian, kesemrawutan; dalam dunia riil –dalam masyarakat riil- kita juga menemukan fenomena itu. Terapkan ilmu kita, ajaran nabi kita, ulama’ kita bagaimana mempergauli berbagai karakter, tipikal, fenomena yang ada dalam masyarakat. Jangan berhenti belajar di Al-Azhar sebelum menemukan rahasia ini.

PROFIL ALUMNI PASCASARJANA

Laporkan Data Pendidikan

Visit Beautifull Indonesia

Kantor Atase

13, Aisya el-Taymouria St. Garden City

P.O Box 1661
Cairo - Egypt

Telp : +20-2-7947200/7947209
Fax : +20-2-27962495

 

Copyright © 2016 Atase Pendidikan KBRI Cairo. All Rights Reserved.