Atdikcairo.org - Tolak ukur menilai kualitas seseorang di era modern ini terlihat dari karyanya. Karya apakah yang telah mereka buat? Tidak salah lagi jikalau karya tulislah yang berbicara. Karya tulis merupakan salah sebuah dari kemampuan wajib bagi kaum akademisi. Apalagi sudah masuk era abad ke-21.

Dan bagaimana mengkategorikan kemampuan menulis tersebut jikalau tidak didampingi oleh satu kemampuan lagi, riset. Karena kualitas karya tulis seseorang dinilai dari sumber otentik dan datanya.

Maka, Kepenulisan dan riset (Writing and researching skill) sangatlah penting apalagi saat ini masuk sebagai era profesional. Bagaimana bisa bersaing di kompetensi era ini jikalau kemampuan menulis dan riset masih belum ada.

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH AKADEMIK

 

  1. TEMA DAN SUB-SUB TEMA

Tema lomba kali ini adalah Pemikiran sosial keagamaan melihat peranan agama dalam kehidupan sosial. Mengkaji agama sebagai wahyu dari langit sekaligus dampaknya yang positif dalam kemajuan kehidupan masyarakat di atas muka bumi. Tema Peta Pemikiran Sosial Keagamaan di Mesir mengajak kita untuk mengkaji bagaimana dan sejauh mana hubungan doktrin-doktrin agama dengan realitas sosial di Mesir. Sub-tema:

  1. Agama dan isu-isu gender di Mesir; Isu gender dalam masyarakat Islam terus meluas. Ketidakadilan gender terjadi ketika agam dianggap bias terhadap peran antara laki dan petempuan. Lantas, seberapa jauh peran agama dalam menyelesaikan persoalan gender dlm masyarakat Mesir? Bagaimana peran agama dlm memberdayakan perempuan, mengurangi kekerasan pada perempuan, meningkatkan peran sosial, politik dan pendidikan bagi pe rempuan di Mesir?
  2. Peranan pendidikan agama dalam penguatan sikap toleransi di masyarakat Mesir; Toleransi antar umat beragama sangat diperlukan. Agama juga mengajarkan agar tidak saling bermusuhan dalam umat beragama lainnya. Lalu bagaimana pendidikan Islam dalam menanggapi hal itu?
  3. Pemikiran dan gerakan tasawuf di masyarakat perkotaan Mesir; Masyarakat perkotaan selalu diidentifikasi dengan kesibukan duniawi karena perputaran ekonomi yang besar dibanding masyarakat pedesaan. Tasawuf dipandang penting dalam mengimbangi keserakahan manusia modern, dan bahkan menjadi kritik terhadap ketidak adilan dan hidonisme penguasa. Maka sejauh mana peran organisasi-organisasi tarikat dan oramg-orang sufi dalam meningkatkan spiritualitas manusia modern dan masyarakat urban di Mesir?
  4. Pemikiran tentang akidah dan peranannya dalam reformasi sosial Mesir; Apakah akidah hanya dipelajari sebagai kalimat2 yg harus dihafal di bangku perkuliahan? Tentu tidak. Akidah diharapkan menjadi obor kegelapan, menyalakan semangat kehidupan, menghidupkan revolusi, dan faktor utama kebangkitan dan reformasi. Maka, bagaimana akidah dimaknai dalam studi keagamaan di Mesir? Sejauh mana akidah dapat berperan dalam pembangunan umat di Mesir? Kemudian bagaimana membentuk reformasi keadaan sosial yang baik sesuai dengan pemikiran dan peranan akidah yang kita yakini?
  5. Peranan cendikiawan Mesir dalam reformasi pemikiran sosial keagamaan; Banyak ulama dan cendikiawan Mesir yg memiliki pemikiran yg cemerlang. Siapa diantara mereka dan bagaimana corak pemikiran mereka? Seberapa jauh mereka mampu menafsirkan dan menterjemahkan wahyu Allah secara benar dan dapat merubah keadaan masyarakat Mesir? Lalu apa dan bukti langkah nyata mereka dalam membentuk reformasi tersebut?
  6. Akar dan ideologi gerakan radikalisme kontemporer di Mesir; Radikalisme yang diartikan sebagai sikap melampaui batas dalam agama sangatlah tidak baik bahkan dilarang. Namun atad alasan ketidak adilan sosial, politik dan ekonomi muncul gerakan-gerakan radikal di Mesir atas nama agama dan perjuangan untuk agama. Bagaimana potret gerajan-gerakan tersebut? Apa akar-akar sejarah pemikiran mereka? Apa ideologi mereka? Serta bagaimana cara-cara mereka untuk memperjuangkan cita-cita dan ideologi mereka? Lalu bagaimana pandangan kita terhadap mereka?

 

  1. WAKTU PELAKSANAAN
  • Pengiriman karya : 1-7 Desember 2016
  • Tahap Seleksi Karya : 8-13 Desember 2016
  • Pengumuman Finalis : 14 Desember 2016
  • Grand Final : 17 Desember 2016

                                                   

  1. KETENTUAN PESERTA
  • Peserta adalah mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang belajar di Mesir
  • Memilih salah satu sub tema yang sudah ditentukan
  • Setiap peserta tidak boleh mengirimkan naskah lebih dari satu
  • Naskah merupakan karya asli, bukan plagiat, saduran, terjemahan, dan belum pernah dipblikasikan

 

  1. KETENTUAN KOMPETISI
  • Batas akhir pengumpulan naskah adalah pukul 11.59 Clt, tanggal 7 Desember 2016
  • Peserta mengirim naskah dalam bentuk soft file dengan ketentuan:
  • Menyertakan biodata peserta, email, dan nomor Handphone
  • Mengirimkan naskah karya ke alamat This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Panitia tidak menerima revisi naskah yang telah dikirimkan
  • Karya tulis peserta akan melalui tahap penjurian untuk menentuka 6 finalis yang akan mempresentasikan karyanya pada tahap Grand Final.
  • Juara I-IV merupakan finalis yang memiliki nilai tertinggi hasil akumulasi dari penilaian naskah tertulis dan presentasi dari dewan juri
  • Presentase penilaian naskah karya tulis sebesar 70% dan presentasi naskah tulis 30%
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

           

  1. PENGHARGAAN

Hadiah dari para pemenang adalah sebagai berikut :

  1. Juara 1 : Sertifikat + uang sebesar $ 400
  2. Juara 2 : Sertifikat + uang sebesar $ 300
  3. Juara 3 : Sertifikat + uang sebesar $ 200
  4. Juara 4 : Sertifikat + uang sebesar $ 100

 

  1. KETENTUAN KEPENULISAN
  • Diketik dalam kertas berukuran A4 dengan jarak pengetikan 3 cm dari batas atas, 4 cm dari samping kiri, 3 cm dari batas bawah, dan 3 cm dari samping kanan
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD. Kata-kata asing ditulis dengan huruf miring dalam bahasa aslinya
  • Judul karya tulis dicetak tebal (bold) berukuran font 12 dengan alignment tengah (center) dan space after 12pt
  • Naskah diketik pada kertas ukuran A4, jenis huruf Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1,5 dengan batas pengetikan samping kiri, kanan, atas, dan bawah masing-masing 4 cm, 3 cm, 3 cm, dan 3 cm.
  • Penulisan nomor halaman di pojok kanan atas menggunakan angka 1,2,3 dst. Kecuali kata pengantar, daftar isi, dan abstrak diberi nomor halaman menggunakan angka romawi i,ii,iii, dst. pada halaman tengah bawah.
  • Naskah mulai dari pendahuluan sampai dengan kesimpulan dan saran, ditulis 15–20 halaman. Jumlah halaman yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dapat mengurangi penilaian.

 

  1. SIFAT DAN ISI TULISAN

Sifat dan isi tulisan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Kreatif dan Inovatif
  2. Tulisan berisi gagasan yang kreatif sesuai dengan tema.
  3. Karya tulis berupa inovasi dari peserta untuk menyelesaikan problematika bangsa.
  4. Orisinalitas karya
  5. Keaslian karya.
  6. Keaslian gagasan dalam menciptakan sebuah inovasi.
  7. Kelayakan implementasi
  8. Tingkat implementasi gagasan.
  9. Kebermanfaatan karya dalam masyarakat.
  10. Logis dan Sistematis
  11. Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut.
  12. Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis, kesimpulan, dan saran.

 

  1. ISI NASKAH

1). Bagian Awal

  1. Halaman Judul
  2. Judul diketik dengan huruf besar, ekspresif, dicetak tebal, dan tepat dengan masalah yang ditulis, serta tidak membuka peluang untuk penafsiran ganda.
  3. Nama lengkap penulis
  4. Universitas, Fakultas, dan Jurusan
  5. Kata Pengantar
  6. Daftar Isi/Daftar Gambar/Daftar Tabel dan daftar lain jika diperlukan
  7. Abstrak

Disusun maksimal 250-500 kata yang mencerminkan isi keseluruhan karya tulis, mulai dari latar belakang, tujuan, landasan teori yang mendukung, metode penulisan, pembahasan, kesimpulan.

 

2). Bagian Tengah

  1. Pendahuluan

  Pendahuluan, yang terdiri dari:

  1. Latar belakang
  2. Identifikasi masalah
  3. Batasan dan perumusan masalah
  4. Tujuan dan manfaat penelitian/ kajian
  5. Kajian literatur / penelitian terdahulu yang relevan
  6. Kerangka teori
  7. Metode penelitian

     

      2. Pembahasan

     Pembahasan berisi bab-bab yang disesuaikan dengan disipin/tema kajian.

      3. Penutup

  1. Kesimpulan yang berisi gambaran tentang jawaban masalah yang diteliti.
  2. Saran dan rekomendasi, yaitu sebuah gagasan atau pemikiran baik yang bersifat teoritis maupun praktis sesuai dengan temuan hasil penelitian

 

3). Bagian Akhir

  • Daftar pustaka; memuat seluruh sumber kepustakaan yang digunakan dalam penulisan, baik berupa data primer maupun sekunder.
  • Lampiran; kelengkapan penelitian/ kajian, seperti instrument wawancara, foto-foto dll.
  • Daftar riwayat hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta minimal mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, karya-karya ilmiah yang pernah dibuat, dan penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.

 

  1. METODOLOGI KEPENULISAN
    1. Penulisan Catatan Kaki

Nama penulis, judul buku atau tulisan, tempat penerbitan, penerbit, tahun dan halaman yang dirujuk. Jika sumber tulisan yang sama digunakan kembali, maka penulisannya hanya mencantumkan kata Ibid. Dan, bila sumber tulisan yang sama dipakai kembali setelah disela sumber tulisan lain, maka nama penulis (boleh dipendekkan dan tidak disingkat), judul buku atau tulisan (ditulis miring, boleh dipendekkan dan tidak disingkat), dan halaman saja, yang harus ditulis. Contoh berikut dan tanda baca yang digunakan:

1Azyumardi Azra, The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Network of Malay-Indonesian and Middle Eastern ‘Ulamâ’ in the Seventeenth and Eighteenth Centuries (Crows Nest, Australia; Honolulu; Leiden: AAAS & Allen -Unwin;  Hawaii University Press; KITLV, 2004), h. 10.

2Ibid., h. 15.

3Azyumardi Azra, Islam Nusantara (Bandung: Mizan, 2002), h. 65.

4Azra, The Origins of Islamic Reformism, h. 30.

  1. Penulisan Daftar Pustaka

            Entri sumber disusun secara alphabet dengan mendahulukan nama keluarga penulis, dan informasi lengkap karya yang dihasilkan. Berikut ini adalah panduan penulisan Daftar Pustaka:

 

NO

TIPE ENTRI

SISTEM PENULISAN ENTRI

1

Buku oleh satu orang

Penulis

Nasution, Harun. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1973.

2

Buku oleh dua orang penulis

Amal, Taufik Adnan dan Panggabean, Samsu Rizal. Tafsir Kontekstual al-Qur`an: Sebuah Kerangk a Konseptual. Bandung: Mizan, 1989.

3

Buku tanpa penulis yang jelas

New Life Options: The Working Women’s Resource Book. New York: McGraw-Hill, 1976.

4

Institusi dan asosiasi (atau yang sejenis) sebagai “penulis”

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICM I). Profil Organisasi dan Kegiatan Tahunan 2002. Jakarta: ICMI, 2003.

5

Kumpulan tulisan dengan editor

Munhanif, Ali, ed. Mutiara Terpendam: Perempuan dalam Literatur Islam Klasik .Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

6

Tulisan di dalam buku atau kumpulan tulisan

Thaha, Idris, “Syariat Islam Jiwai UUD 1945.” Dalam Sarifuddin H.A. dan Kurniawan Zein, ed. Syariat Islam Yes, Syariat Islam No: Dilema Piagam Jak arta dalam Amandemen UUD 1945. Jakarta: Param adina, 2001: h. 133-137.

7

Artikel dalam koran

 

Budiman, Arief. “Moralitas Para Intelektual.” Kompas, 21 Januari 2003.

8

Artikel dalam jurnal atau majalah akademik

Berkala

Syafruddin, Didin. “Argumen Supremasi atas Perempuan: Penafsiran Klasik QS al-Nisa: 34.” Ulumul Quran V, no. 5-6 (Desember 1994): h. 70-89.

 

  1. Kutipan Langsung

Tulisa catatan kaki pada akhir kutipan, contoh:

Menurut Yusuf Qardhawi “Pada dasarnya, kemajuan yang mereka tawarkan sarat dengan nilai-nilai material. Mereka mampu menerobos ruang angkasa atau menciptakan bom atom, tetapi mereka tidak mampu mencapai akhlak dan esensi manusia yang oleh orang lain dirasakan sebagai kebahagiaan. Bagi kita, nilai-nilai kemanusiaan yang diperoleh melalui hubungan harmonis antara ayah dan anaknya, antara ibu dan anaknya, atau antartetangga merupakan esensi hidup.”

 

  1. Kutipan Tidak Langsung

Tulisan catatan kaki pada akhir ide/kutipan, contoh:

Wacana gerekan ini, yang dianggap aneh oleh kelompok yang berbeda dengan mereka, sesungguhnya rasional, karena mereka mengadopsi bentuk pengembangan diri, mobilitas social dan ekonomi dengan bahasa yang sepenuhnya modern. Meminjam istilah Foucault, apa yang mereka lakukan merupakan bentuk technologies of self, yakni melalui pendidikan praktis mereka mengembangkan diri dan kelompoknya secara swadaya.

 

 

NB: Informasi mengenai konsep, tempat, dan waktu grand final menyusul.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Laporkan Data Pendidikan

Visit Beautifull Indonesia

Kantor Atase

13, Aisya el-Taymouria St. Garden City

P.O Box 1661
Cairo - Egypt

Telp : +20-2-7947200/7947209
Fax : +20-2-27962495

 

Copyright © 2016 Atase Pendidikan KBRI Cairo. All Rights Reserved.