LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
ATDIKBUD CAIRO BEKERJA SAMA DENGAN EL-MONTADA

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Cairo bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Pascasarjana Indonesia di Mesir (El-Montada) menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan perincian sebagai berikut:

 

TEMA DAN SUB TEMA

Tema lomba ini adalah “Kontribusi Tokoh Mesir dalam Genealogi Diskursus Islam Kontemporer; Kajian Pemikiran Tokoh”, dengan sub-sub tema:

  1. Islamisasi Pengetahuan
  2. Pendidikan dalam Perspektif Islam
  3. Islam dan Demokrasi
  4. Ide-ide Moderasi Islam
  5. Ekonomi Islam
  6. Metodologi Fatwa dan Pengaruhnya dalam Sikap Keberagamaan Masyarakat
  7. Kesetaraan Gender dalam Perspektif Islam

 

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH AKADEMIK

 

  1. TEMA DAN SUB-SUB TEMA

Tema lomba kali ini adalah Kontribusi Tokoh Mesir dalam Genealogi Ilmu Diskursus Islam Kontemporer; Kajian Pemikiran Tokoh.

 

Tokoh Mesir yang dimaksud di sini adalah orang-orang terkemuka yang meliputi ulama/tokoh agama, cendikiawan, intelektual, atau ilmuan yang menjadi rujukan dalam keilmuan di Mesir.

Genealogi yang dimaksud disini adalah garis keturunan diskursus islam kontemporer dengan dalil-dalil dan argumentasi dari ilmu-ilmu islam. Karya tulis yang mampu menggali dalil-dalil dari referensi-referensi primer ilmu islam yang disebutkan tokoh tertentu yang dikajinya, merupakan karya tulis yang memiliki nilai/poin lebih.

 

Lomba kali ini adalah mendiskripsikan kontribusi pemikiran tokoh tertentu dalam sub-sub tema yang disebutkan di bawah ini:

 

  1. Islamisasi Pengetahuan

Diadopsinya modernisme Barat secara global terbukti melahirkan krisis bagi umat manusia. Efek-efek negatif dan berbagai ketimpangan tercatat dalam berbagai lini kehidupan dari sistem ekonomi hingga dalam krisis ekologi. Banyak kalangan mengembalikan hal tersebut pada ketimpangan dalam paradigma dan filsafat Ilmu yang diadopsi. Tak terkecuali, tokoh dan ilmuwan Mesir turut serta menggulirkan wacana islamisasi ilmu pengetahuan untuk menjadi solusi atas krisis tersebut. Apa yang ditawarkan tokoh-tokoh Mesir dalam wacana tersebut?

 

  1. Pendidikan dalam Perspektif Islam

Spirit pendidikan dalam Islam muncul bersamaan dengan munculnya Islam itu sendiri. Wahyu pertama turun terkait erat dengan proses pendidikan, yaitu perintah membaca. Dan tidak dapat dipungkiri, pendidikan mempunyai peran besar dalam membentuk karakter suatu bangsa dan mengantarkannya kepada kemajuan. Sayangnya, secara empiris, sejak beberapa dekade lalu umat Islam mengalami keterpurukan dan ketertinggalan dalam pendidikan. Tidak sedikit tokoh Muslim yang menawarkan konsep pendidikan untuk mengurai kondisi ini, bahkan menerapkannya secara nyata di lapangan. Lalu bagaimana konsep pendidikan ideal yang ditawarkan oleh para tokoh Muslim Mesir berangkat dari nilai-nilai dan spirit Islam? Bagaimana peran nyata mereka dalam mewujudkan pendidikan yang mampu mengantarkan umat Islam menuju kemajuan?

 

  1. Islam dan Politik

Sebelum runtuhnya Dinasti Ottoman, dan sebagai efek Revolusi Perancis, umat Islam telah menyaksikan dialektika dan dialog terkait dengan sistem politik yang ideal. Bahkan Dinasti Ottoman menyaksikan penerapan meşrutiyet I dan II di zaman Sultan Abdülhamit Hamid II. Pasca PD I yang menandai berakhirnya Dinasti Ottoman, sistem politik di negara-negara Islam yang mayoritas baru terlepas dari penjajahan Barat, segera mengadopsi sistem politik Barat. Hingga saat ini, perdebatan mengenai sistem ideal dalam dunia politik masih terus mewacana. Sejumlah tokoh dan cendikiawan Mesir melontarkan wacana yang berusaha memadukan orisinalitas dan modernitas kekinian. Konsep-konsep apa yang ditawarkan yang dapat menjadi solusi problematika sistem politik yang terjadi?

 

  1. Ide-ide Moderasi Islam

Sikap moderat adalah salah satu ajaran mendasar di dalam Islam. Sikap ekstrim, baik ke kanan maupun ke kiri, bukanlah sikap yang sejalan dengan ajaran Islam. Namun, saat ini sikap ekstrim dengan dua variannya semakin marak di kalangan kaum Muslimin. Di satu sisi, sikap ekstrim kanan menutup diri dari penafsiran yang berbeda dan menganggap sikap "keras" menjadi standar ketakwaan. Di sisi lain,  sikap ekstrim kiri menjadikan Islam sebagai agama yang sangat terbuka bagi semua pemahaman dan penafsiran, tanpa ada batas-batas yang jelas baginya. Melihat fenomena ini, bagaimana tokoh-tokoh Muslim Mesir menyikapinya? Bagaimana mereka memahami moderasi Islam ini? Apa upaya mereka dalan membumikan spirit moderasi Islam ini?

 

  1. Ekonomi Islam

Perkembangan Ekonomi Islam dimulai dari tanah Mesir dan berkembang baik ke berbagai negara Muslim dan non-Muslim, yang diawali oleh Bank Syariah Myt Ghamr pada tahun 1963. Banyak tokoh pemikir ekonomi Islam Mesir yang lahir dan pemikiran-pemikiran mereka diterapkan dalam sistem perbankan Syariah modern. Seperti konsep jual beli murahbahah, merupakan hasil tesis mahasiswa Universitas Cairo tiga puluh tahunan yang lalu. Siapakah tokoh Mesir yang menyumbangkan pemikiran tenatng ekonami Islam yang paling berpengaruh, dan bagaimana konsep dan pemikiran mereka?

 

  1. Fatwa dan Pengaruhnya dalam Sikap Keberagamaan Masyarakat

Dalam berfatwa terdapat ilmu, metodologi, dan aturan. Masyarakat cenderung mengikuti fatwa karena ketaatannya terhadap Agama dan penghormatannya terhadap ulama. Tetapi kerap ada problem dalam fatwa baik berkaitan dengan metodologi atau pelakunya. Adakah pengaruh fatwa dalam keberagamaam masyarakat?  Sejauh mana? adakah fatwa yang dapat mempengaruhi keberagamaan masyarakat menjadi lebih toleran atau lebih radikal? lebih inklusif atau ekslusif? menimbulkan ketenangan/kestabilan atau kegaduhan? dst..

 

  1. Kesetaraan Gender dalam Perspektif Islam

Isu gender dalam masyarakat Islam terus meluas. Ketidakadilan gender terjadi ketika agama dianggap bias terhadap peran antara laki dan perempuan. Persoalan gender meliputi, antara lain, seberapa jauh peran agama dalam menyelesaikan persoalan gender dalam masyarakat Mesir, Bagaimana peran agama dalam memberdayakan perempuan, mengurangi kekerasan pada perempuan, meningkatkan peran sosial, politik dan pendidikan bagi perempuan di Mesir. Siapakah tokoh Mesir yang membicarakan persoalan-persoan tersebut? Seberapa jauh peran pemikiran meraka dapat menyelesaikan persoalan-persoalan gender yang ada di Mesir.

 

 

  1. WAKTU PELAKSANAAN
  • Pengiriman karya :  1 Agustus  – 7 September 2017
  • Tahap Seleksi Karya :  10 – 17 September 2017
  • Pengumuman Finalis :  18 September 2017
  • Grand Final/ seminar :   23 September 2017

 

  1. KETENTUAN PESERTA
  • Peserta adalah mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang belajar di MESIR
  • Memilih salah satu sub tema yang sudah ditentukan
  • Setiap peserta tidak boleh mengirimkan naskah lebih dari satu
  • Naskah merupakan karya asli, bukan plagiat, saduran, terjemahan, dan belum pernah dipublikasikan

 

  1. KETENTUAN LOMBA
  • Batas akhir pengumpulan naskah adalah pukul 11.59 Clt, tanggal 7 September 2017
  • Peserta mengirim naskah dalam bentuk soft file dengan ketentuan menyertakan biodata peserta, email, dan nomor Handphone. Dengan Alamat Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. cc: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Mengirimkan naskah karya ke kantor loket atase pendidikan dan kebudayaan
  • Panitia tidak menerima revisi naskah yang telah dikirimkan
  • Karya tulis peserta akan melalui tahap penjurian untuk menentukan 6 finalis yang akan mempresentasikan karyanya pada tahap Grand Final.
  • Juara I-V merupakan finalis yang memiliki nilai tertinggi hasil akumulasi dari penilaian naskah tertulis dan presentasi dari dewan juri
  • Presentase penilaian naskah karya tulis sebesar 70% dan presentasi naskah tulis 30%
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

 

  1. PENGHARGAAN

Hadiah dari para pemenang adalah sebagai berikut :

  1. Juara 1 : Sertifikat + uang sebesar LE 7000
  2. Juara 2 : Sertifikat + uang sebesar LE 5500
  3. Juara 3 : Sertifikat + uang sebesar LE 3500
  4. Juara 4 : Sertifikat + uang sebesar LE 2000
  5. Juara 5 : Sertifikat + uang sebesar LE 1000

 

  1. KETENTUAN KEPENULISAN
  • Diketik dalam kertas berukuran A4 dengan jarak pengetikan 3 cm dari batas atas, 4 cm dari samping kiri, 3 cm dari batas bawah, dan 3 cm dari samping kanan
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD. Kata-kata asing ditulis dengan huruf miring dalam bahasa aslinya
  • Judul karya tulis dicetak tebal (bold) berukuran font 12 dengan alignment tengah (center) dan space after 12pt
  • Naskah diketik pada kertas ukuran A4, jenis huruf Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1,5 dengan batas pengetikan samping kiri, kanan, atas, dan bawah masing-masing 4 cm, 3 cm, 3 cm, dan 3 cm.
  • Penulisan nomor halaman di pojok kanan atas menggunakan angka 1,2,3 dst. Kecuali kata pengantar, daftar isi, dan abstrak diberi nomor halaman menggunakan angka romawi i,ii,iii, dst. pada halaman tengah bawah.
  • Naskah mulai dari pendahuluan sampai dengan kesimpulan dan saran, ditulis 15–20 halaman. Jumlah halaman yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dapat mengurangi penilaian.

 

  1. SIFAT DAN ISI TULISAN

Sifat dan isi tulisan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Kreatif dan Inovatif
  2. Tulisan berisi gagasan yang kreatif sesuai dengan tema.
  3. Karya tulis berupa inovasi dari peserta untuk menyelesaikan problematika bangsa.
  4. Orisinalitas karya
  5. Keaslian karya.
  6. Keaslian gagasan dalam menciptakan sebuah inovasi.
  7. Kelayakan implementasi
  8. Tingkat implementasi gagasan.
  9. Kebermanfaatan karya dalam masyarakat.
  10. Logis dan Sistematis
  11. Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut.
  12. Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis, kesimpulan, dan saran.

 

  1. ISI NASKAH

1). Bagian Awal

  1. Halaman Judul
  2. Nama lengkap penulis
  3. Universitas, Fakultas, dan Jurusan
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi/Daftar Gambar/Daftar Tabel dan daftar lain jika diperlukan
  6. Abstrak (maksimal 250-500 kata).

 

2). Bagian Tengah

  1. Pendahuluan, yang terdiri dari:
  • Latar belakang
  • Identifikasi masalah
  • Batasan dan perumusan masalah
  • Tujuan dan manfaat penelitian/ kajian
  • Kajian literatur / penelitian terdahulu yang relevan
  • Kerangka teori
  • Metode penelitian
  1. Pembahasan, yang terdiri dari bab-bab yang disesuaikan dengan disiplin/tema kajian.
  2. Penutup
  • Kesimpulan yang berisi gambaran tentang jawaban masalah yang diteliti.
  • Saran dan rekomendasi, yaitu sebuah gagasan atau pemikiran baik yang bersifat teoritis maupun praktis sesuai dengan temuan hasil penelitian

3). Bagian Akhir

  • Daftar pustaka; memuat seluruh sumber kepustakaan yang digunakan dalam penulisan, baik berupa data primer maupun sekunder.
  • Lampiran; kelengkapan penelitian/ kajian, seperti instrument wawancara, foto-foto dll.
  • Daftar riwayat hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta minimal mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, karya-karya ilmiah yang pernah dibuat, dan penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.

 

  1. METODOLOGI KEPENULISAN
    1. Penulisan Catatan Kaki

Nama penulis, judul buku atau tulisan, tempat penerbitan, penerbit, tahun dan halaman yang dirujuk. Jika sumber tulisan yang sama digunakan kembali, maka penulisannya hanya mencantumkan kata Ibid. Dan, bila sumber tulisan yang sama dipakai kembali setelah disela sumber tulisan lain, maka nama penulis (boleh dipendekkan dan tidak disingkat), judul buku atau tulisan (ditulis miring, boleh dipendekkan dan tidak disingkat), dan halaman saja, yang harus ditulis. Contoh berikut dan tanda baca yang digunakan:

1Azyumardi Azra, The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Network of Malay-Indonesian and Middle Eastern ‘Ulamâ’ in the Seventeenth and Eighteenth Centuries (Crows Nest, Australia; Honolulu; Leiden: AAAS & Allen -Unwin;  Hawaii University Press; KITLV, 2004), h. 10.

2Ibid., h. 15.

3Azyumardi Azra, Islam Nusantara (Bandung: Mizan, 2002), h. 65.

4Azra, The Origins of Islamic Reformism, h. 30.

 

  1. Penulisan Daftar Pustaka

           Entri sumber disusun secara alphabet dengan mendahulukan nama keluarga penulis, dan informasi lengkap karya yang dihasilkan. Berikut ini adalah panduan penulisan Daftar Pustaka:

 

NO

TIPE ENTRI

SISTEM PENULISAN ENTRI

1

Buku oleh satu orang

Penulis

Nasution, Harun. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1973.

2

Buku oleh dua orang penulis

Amal, Taufik Adnan dan Panggabean, Samsu Rizal. Tafsir Kontekstual al-Qur`an: Sebuah Kerangk a Konseptual. Bandung: Mizan, 1989.

3

Buku tanpa penulis yang jelas

New Life Options: The Working Women’s Resource Book. New York: McGraw-Hill, 1976.

4

Institusi dan asosiasi (atau yang sejenis) sebagai “penulis”

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICM I). Profil Organisasi dan Kegiatan Tahunan 2002. Jakarta: ICMI, 2003.

5

Kumpulan tulisan dengan editor

Munhanif, Ali, ed. Mutiara Terpendam: Perempuan dalam Literatur Islam Klasik .Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

6

Tulisan di dalam buku atau kumpulan tulisan

Thaha, Idris, “Syariat Islam Jiwai UUD 1945.” Dalam Sarifuddin H.A. dan Kurniawan Zein, ed. Syariat Islam Yes, Syariat Islam No: Dilema Piagam Jak arta dalam Amandemen UUD 1945. Jakarta: Param adina, 2001: h. 133-137.

7

Artikel dalam koran

Budiman, Arief. “Moralitas Para Intelektual.” Kompas, 21 Januari 2003.

8

Artikel dalam jurnal atau majalah akademik

Berkala

Syafruddin, Didin. “Argumen Supremasi atas Perempuan: Penafsiran Klasik QS al-Nisa: 34.” Ulumul Quran V, no. 5-6 (Desember 1994): h. 70-89.

 

 

  1. Kutipan Langsung

Tulisa catatan kaki pada akhir kutipan, contoh:

Menurut Yusuf Qardhawi “Pada dasarnya, kemajuan yang mereka tawarkan sarat dengan nilai-nilai material. Mereka mampu menerobos ruang angkasa atau menciptakan bom atom, tetapi mereka tidak mampu mencapai akhlak dan esensi manusia yang oleh orang lain dirasakan sebagai kebahagiaan. Bagi kita, nilai-nilai kemanusiaan yang diperoleh melalui hubungan harmonis antara ayah dan anaknya, antara ibu dan anaknya, atau antartetangga merupakan esensi hidup.”

 

  1. Kutipan Tidak Langsung

Tulisan catatan kaki pada akhir ide/kutipan, contoh:

Wacana gerekan ini, yang dianggap aneh oleh kelompok yang berbeda dengan mereka, sesungguhnya rasional, karena mereka mengadopsi bentuk pengembangan diri, mobilitas sosial dan ekonomi dengan bahasa yang sepenuhnya modern. Meminjam istilah Foucault, apa yang mereka lakukan merupakan bentuk technologies of self, yakni melalui pendidikan praktis mereka mengembangkan diri dan kelompoknya secara swadaya.

 

  1. NARAHUBUNG
    • El-Muntada : Sdr. Murtadho No HP:

Laporkan Data Pendidikan

Visit Beautifull Indonesia

Kantor Atase

13, Aisya el-Taymouria St. Garden City

P.O Box 1661
Cairo - Egypt

Telp : +20-2-7947200/7947209
Fax : +20-2-27962495

 

Copyright © 2016 Atase Pendidikan KBRI Cairo. All Rights Reserved.